Oleh Dhitta  Puti Sarasvati
 "Aku ada PR susah! Bantuin yah!" kata keponakan saya.

Ternyata, PR keponakan saya (sekali lagi) membuat saya frustasi. Keponakan merupakan siswa  kelas 3 di sebuah SD negeri di Jakarta Selatan. PR IPA-nya adalah mencari definisi beberapa istilah sains dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Istilah-istilah itu adalah :

- Berat

- Ukuran

- Bahan baku

- Luas permukaan

- bentuk-bentuk benda

- kekasaran permukaan benda

- keadaan permukaan lintasan

Untuk PR IPA, saya rasa PR ini sangat tidak tepat.  Dalam konteks ini, seharusnya  anak diajak memahami konsep-konsep terkait istilah-istilah di atas melalui kegiatan observasi, percobaan, dan lain-lain , bukan sekedar menuliskan artinya menurut KBBI.

Arti beberapa kata di atas di dalam  KBBI :

    be�rat 1 a besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yg serupa): alat-alat � ,mobil derek, traktor, dsb; 2 a besar tekanannya (timbangannya): peti � itu tidak dapat diangkat oleh tiga orang; 3 a payah; parah (tt luka penyakit dsb): akibat kecelakaan itu dia menderita luka �;kalau penyakit sudah � susah diobati; 4 a sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dsb): kematian ibunya merupakan cobaan � bagi gadis itu; 5 a sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tt anggota badan dsb):kepala terasa � dan pusing; mata terasa � ,mengantuk; 6 a kuat merangsang saraf; keras (tt rokok, obat, dsb): ia suka rokok yg �; 7 amemihak; cenderung: hatinya lebih � kpd kekasihnya dp kpd orang tuanya; 8 ki v hamil:istrinya sedang dl �; 9 a sangat keras (perkiraan, dugaan, dsb): � dugaanku bahwa dia yg salah; 10 n besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dsb; bobot; timbangan: akibat sakit, � nya berkurang 7 kg;11 n Fis gaya tarikan yg diderita suatu benda krn massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pd suatu sistem massa; bobot; 12 ki a susah; celaka: wah, kalau ketahuan, � kita;
    � pd mata orang lain, ki disegani (dihormati) orang; � sama dipikul, ringan sama dijinjing, pbsuka duka, baik buruk sama-sama ditanggung; berapa � mata memandang, � juga bahu memikul, pb betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yg mengalami (kesusahan dsb);

    ukur�an n 1 hasil mengukur; 2 panjang, lebar, luas, besar sesuatu; format: kertas dng ~ 34 x 22 cm; 3 bilangan yg menunjukkan besar satuan ukuran suatu benda; 4 cak alat untuk mengukur, msl penggaris, meteran, jengkal: ~ nya hanya menggunakan jengkal; 5 kinorma:bertindak tanpa ~;

    ba�han baku bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu;

    lu�as a 1 lapang; lebar: kamarnya � sekali; 2 umum (tt masyarakat dsb): masyarakat �; 3merata (terjangkau oleh orang banyak): berita itu sudah tersebar � di kalangan guru di kota itu; 4ukuran panjang-lebarnya bidang (lapangan, ruangan, dsb): � kebun itu seratus hektar 5 kibanyak dan beragam (tt pengetahuan); tidak picik: orang yg � pengetahuannya;6 dapat melihat bebas dan lepas; banglas (tt pemandangan): � pemandangannya; 7 besar atau banyak (tt usaha, pekerjaan, dsb): � usahanya;

Secara umum, mencari definisi kata-kata tersebut menurut KBBI tidak bermakna apa-apa. Apalagi untuk menjelaskan  'luas permukaan', 'bentuk-bentuk benda',  & 'kekasaran permukaan benda'.  Bagaimana cara menggunakan KBBI untuk mendefinisikan istilah-istilah di atas? Lagi pula apa gunanya?

Bagaimana caranya menjelaskan definisi 'kekasaran permukaan benda' ke anak kelas 3 SD. Dulu waktu saya belajar mengenai metrologi kekasaran permukaan benda dijelaskan dengan menggunakan gambar tetapi tentu saja itu juga kurang tepat untuk diajarkan ke siswa kelas 3 SD.  menggunakan gambar. Saya bertanya iseng, mungkin juga sedikit emosi "Kalau gak pakai KBBI boleh gak?"

Keponakan saya menjawab sambil cemberut, "Gak tahu kata gurunya begitu!"

Saya mencoba berpikir positif. Mungkin guru kelas 3 SD tersebut kebingungan mencari cara mengajarkan sains ke muridnya.  Mungkin saya perlu datang ke sekolah untuk berbicara dengan sang guru. Siapa tahu saya bisa mengajaknya berdiskusi mengenai cara mengajar sains ke siswaSD.

Saya ingat keponakan saya sangat hobi bermain dengan sebuah kursi beroda yang ada di rumah saya. Dengankursi tersebut dia suka  meluncur antar ujung ruangan.  Kadang membuat pusing karena berisik (dan membuat lantai kotor). Tetapi kali ini saya biarkan dia bermain dengan kursi beroda tersebut. "Coba sekarang kamu meluncur dengan kursi ini di lantai!"

Dengan senang hati dia meluncur. Saya mengambil karpet yang lumayan tebal, "Sekarang kursinya kita taruh di atas karpet ini.Coba meluncur lagi!"

Keponakan saya tertawa-tawa, "Susah!" katanya.

"Kenapa lebih susah?" tanya saya. Saya lalu mengajak keponakan saya meraba lantai dan karpet.

"Sama gak rasanya?" saya kembali bertanya.

Keponakan saya menyahut, "Ngak! Beda!"

"Apa bedanya?" tanya saya?

"Lebih kasar," katanya.

"Nah itu!" kata saya. Saya lupa mengajaknya mengamati karpet dan lantai agar dia bisa memperhatikan bentuk permukaan lantai dan karpet. Tapi saat itu sudah pukul 21.30 malam. Besok dia harus sekolah.  Sebelum dia tidur, saya melihat catatan IPA keponakan saya. Di sana tertulis :

    memantul = gerak benda yang berbalik arah setelah membentur sesuatu

    menggelinding = gerak berputar sambil berpindah tempat

    jatuh = gerak benda berpindah tempat dari atas ke bawah

    berputar = benda bergerak pada porosnya

    mengalir = benda yang bergerak maju dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah

    meluncur = gerak benda berpindah tempat tanpa berputar

    tenggelam = gerak benda masuk terbenam ke dalam air

    bergetar = gerak benda berulang-ulang dengan cepat

"Kamu dapat arti-arti ini dari mana?" tanya saya.

"Itu nyatet dari guru di papan tulis," jawab keponakan saya.

Iseng saya tanyakan arti sebuah kata yang ada di catatannya, "Coba ini, kamu tahu artinya bergetar gak?"

Dia mengangkat bahunya.

"Pinjam penggaris!" kata saya. Saya menaruh penggaris di atas meja. Sebagian penggaris menjulur di udara. "Goyangin deh penggarisna!" kata saya sambil mencontohkan. Keponakan saya melakukan hal yang sama. Saya memindah-mindahkan penggaris. Kadang sebagian besar bagian dari penggaris ada di udara dan  kadang kebalikannya. Sebagiannya ada di meja. Saya biarkan keponakan saya bermain dengan penggaris, menggetarkannya.

"Itu namanya bergetar! Penggarisnya bergerak bolak-balik. Tapi gak terlalu kelihatan tadi!" Saya menggoyangkan badam keponakan saya bolak-balik, "Ini kamu juga lagi bergetar!" kata saya. Dia tertawa-tawa.

"Aku ke sekolah yah berbicara dengan gurumu. Mungkin minggu depan," kata saya pada keponakan saya.

"Jangan! Takut, nanti aku dihukum!" kata keponakan saya sedikit menjerit.

"Aku baik-baik deh bicara sama gurunya," kata saya merayu.

"Gimana bicaranya misalnya?" tanyanya.

"Ngobrol-ngobrol aja. 'Permisi Pak, boleh tanya-tanya tentang pelajaran IPA di kelas bapak'. Mungkin begitu.. Baik-baik deh pokoknya."

Keponakan saya mengangguk, "Boleh deh!"

Saya sebenarnya bingung juga. Nanti harus bilang apa yah ke guru SD keponakan saya? Tapi yang penting saya datang dulu. Siapa tahu gurunya memang butuh teman diskusi mengenai pengajaran di kelasnya.

Post a Comment

 
Top