Tim mahasiswa UB pembuat KYUBI di indonesiaproud wordpress com (Foto: UB)

Maret 5, 2013
Salah satu hal yang menakutkan bagi para penderita diabetes mellitus adalah apabila ia terluka maka lukanya akan susah sembuh, yang, bahkan, tidak jarang bagian tubuh mereka yang luka tersebut harus diamputasi.
Namun, kini ada harapan bagi para penderita diabetes karena 5 mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang mengeluarkan inovasi teknologi pembasmi bakteri MRSA pada luka diabetes yang mereka namai Kill Your Bacteria atau KYUBI.

Kelima mahasiswa tersebut, Fahad Arwani dan Reno Muktiaji Herdhiansyah dari Teknik Elektro, Arfianita Ramadhani dan Putro Aneswari dari Ilmu Keperawatan, serta Muhammad Fahri Akbar dari Ekonomi Pembangunan, membuat KYUBI dengan menggunakan listrik berdaya rendah untuk membunuh bakteri dan mengurangi luka pada penderita diabetes.
Fahad mengungkapkan bahwa KYUBI dilengkapi dengan gel elektrolit yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga mengapit luka. Setelah KYUBI dihidupkan, maka ia akan menghasilkan pulsa listrik DC dengan frekuensi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pulsa listrik ini akan melewati luka, lalu melakukan kompresi listrik dan memecah membran sel bakteri. Uji coba in vitro alat ini menunjukkan, dalam 5 menit, KYUBI mampu membunuh 100 persen sejumlah bakteri.
“Alat ini menggunakan tegangan di bawah 9 volt untuk membunuh bakteri khusus pada luka diabetes sejak awal. Tegangan 9 volt ini adalah batas tegangan listrik yang dapat ditoleransi oleh tubuh manusia,” ujar Fahad.
Arfianita dan Putri menjelaskan bahwa KYUBI bisa menjadi alternatif pengobatan luka bagi para penderita diabetes. Selama ini, ujar mereka, obat untuk mengobati luka para penderita diabetes masih mahal.
“Bahkan harga satu butir obat bisa mencapai lebih dari Rp 500.000. Alat ini dapat menjadi salah satu alternatifnya,” ujar Putri.
Tidak hanya inovatif, KYUBI juga menjadi juara pada ajang Espriex Business Model Competition 2013 untuk kategori internasional. Tim KYUBI kini sedang mengusahakan uji klinis dan mengusahakan hak patennya.
Sumber: kampus.okezone.com

Post a Comment

 
Top